5 Mitos Tentang Kanker Serviks yang Salah

5 Mitos Tentang Kanker Serviks yang Salah

5 Mitos Tentang Kanker Serviks yang Salah - Setiap wanita berisiko terkena kanker serviks dan pengetahuan tentang kanker serviks merupakan dasar yang penting bagi wanita. Namun sayangnya, informasi mengenai kanker serviks sering diwarnai dengan mitos dan asumsi yang salah. Apa saja mitos palsu tentang kanker serviks dan apa faktanya?

Mitos tentang kanker serviks


1. Mitos : 


Saya tidak pernah merasa sakit di Zone V, jadi saya aman dari kanker serviks.

Fakta : 


Perkembangan sel abnormal pada pasien kanker tidak menunjukkan gejala pada awalnya. Oleh karena itu, skrining rutin untuk kanker serviks diperlukan bahkan jika Anda tidak merasakan gejala apa pun sekarang. Pencegahan kanker serviks dapat dicapai dengan dua cara:

  • Pencegahan primer menggunakan vaksin HPV
  • Pencegahan sekunder dengan skrining.


Untuk vaksinasi HPV, semakin baik hasilnya bila semakin cepat dilakukan. Vaksin HPV akan merangsang pembentukan respon imun dalam tubuh, menciptakan perlindungan terhadap kanker serviks.

Berkenaan dengan skrining kanker serviks, menurut National Cancer Institute, ada dua metode, yaitu

  • Tes Pap smear. Tujuan utama dari skrining Pap smear adalah untuk mendeteksi ada tidaknya perkembangan sel abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker jika tidak diberikan dengan perawatan tertentu.Tes Pap smear dilakukan untuk mengidentifikasi perkembangan sel abnormal sebelum menjadi kanker yang berbahaya.
  • Tes HPV.HPV (Human Papilloma Virus) digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya jenis virus human papiloma yang berisiko tinggi mengembangkan pertumbuhan sel abnormal pada sel-sel leher rahim. Tes ini mendeteksi infeksi HPV yang menyebabkan kelainan sel, bahkan sebelum kelainan sel terlihat jelas.


Dengan mengetahui lebih awal, Anda akan dapat lebih mengetahui status kesehatan Anda. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan pertumbuhan sel abnormal , maka perawatan akan lebih mudah karena masih pada tahap awal atau tahap pra-kanker.

2. Mitos : 


Jika orang tua menderita kanker serviks, saya akan mendapatkannya juga.

Fakta : 


Beberapa jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, seperti kanker payudara dan kanker ovarium, dapat ditularkan dari orang tua ke anak-anak. Tidak seperti kanker serviks, penyakit ini dipicu oleh adanya infeksi HPV.

Cara terbaik untuk melindungi anak Anda dari kanker serviks adalah memastikan dia mendapat vaksin HPV.

3. Mitos 


Kanker serviks selalu berakhir dengan kematian.

Fakta :


Pemeriksaan secara rutin dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks, semakin cepat diketahui maka harapan hidup pasien kanker serviks juga semakin tinggi.

Orang yang didiagnosis dengan kanker serviks stadium awal memiliki harapan hidup hingga 92%. Skrining rutin akan membantu memastikan bahwa kanker serviks terdeteksi dini dan dapat diobati.
Masalah yang paling umum adalah bahwa kebanyakan orang tidak melakukan skrining untuk penyakit tahap awal, yang membuat kanker serviks akhirnya terdeteksi pada stadium kanker yang luas dan sulit diobati.

4. Mitos 


Kanker serviks tidak dapat dicegah.

Fakta :


Perkembangan kanker serviks biasanya memakan waktu bertahun-tahun, bukan terjadi dalam waktu yang sangat cepat atau instan, jadi selalu mungkin untuk mencegahnya. Kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah.

Kanker serviks dipicu oleh berbagai faktor, tetapi penyebab utamanya adalah infeksi HPV. Oleh karena itu, untuk mencegah kanker serviks, penting untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap infeksi HPV dengan mendapatkan vaksinasi HPV.

Beberapa langkah sederhana juga dapat diambil untuk membantu mencegah kanker serviks, yaitu:

  • Hindari merokok
  • Hindari mengganti pasangan saat berhubungan seks
  • Hindari berhubungan seks pada usia dini
  • Mempertahankan sistem kekebalan tubuh dengan makan sehat dan berolahraga secara teratur


5. Mitos


Wanita dengan kanker serviks tidak dapat memiliki anak.

Fakta : 


Penderita kanker serviks, yang terdeteksi sejak dini dan masih pada tahap awal, masih memiliki harapan memiliki anak. Pasien dengan kanker serviks umumnya menjalani histerektomi (pengangkatan rahim) dan atau kemoterapi dan radioterapi di daerah panggul.

Tetapi jika Anda masih dalam tahap awal, bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengobati kanker serviks. Anda selalu berharap memiliki anak.

Beberapa pilihan perawatan baru memungkinkan dokter untuk mempertahankan kesuburan pasien sehingga mereka selalu bisa menjadi orang tua.

Jika kanker serviks Anda masih dalam masa pertumbuhan, Anda mungkin dapat menjalani trachelectomy radikal, biopsi kerucut atau LLETZ [1]. Dengan metode perawatan ini, Anda selalu bisa hamil setelahnya.

Penutup


tadi pembahasan mengenai 5 Mitos Tentang Kanker Serviks yang Salah. Jika Anda merasa binggung dengan informasi yang beredar di masyarakat yang belum tentu kebenarannya maka bertanya kepada dokter adalah jawabannya. Semoga bermanfaat

0 Response to "5 Mitos Tentang Kanker Serviks yang Salah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel