6 Fakta Tentang Vaksin Kanker Serviks Yang Harus Diketahui

6 Fakta Tentang Vaksin Kanker Serviks Yang Harus Diketahui

6 Fakta Tentang Vaksin Kanker Serviks Yang Harus Diketahui - Kanker serviks hamper semua disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Oleh karena itu vaksinasi terhadap HPV yang sering disebut juga vaksin kanker serviks adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah kanker serviks.

Fakta Tentang Vaksin Kanker Serviks

1. Apa itu vaksin kanker serviks?


Yang sering disebut vaksin kanker serviks sebenarnya adalah vaksin HPV. Berbagai jenis virus HPV ditularkan melalui kontak seksual, tetapi bahkan orang yang tidak pernah berhubungan seks masih dapat memperoleh HPV.

Sebagian besar kasus kanker serviks dikaitkan dengan virus ini.
Menurut persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA), ada tiga jenis vaksin HPV untuk anak perempuan dan anak laki-laki.

Ketiga vaksin dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks jika diberikan sebelum wanita terpapar virus. Selain itu, ketiga vaksin ini dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada wanita, serta kutil kelamin dan kanker dubur pada wanita dan pria.

Memberikan vaksin kanker serviks kepada anak laki-laki juga dapat membantu melindungi dan mengurangi penularan pada anak perempuan. Beberapa jenis HPV juga dikaitkan dengan kanker mulut dan tenggorokan. Vaksin ini juga dapat melindungi Anda dari kanker mulut dan tenggorokan.

2. Siapa yang harus menerima vaksin kanker serviks dan kapan harus diberikan?


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), vaksin HPV secara rutin diberikan kepada anak perempuan dan anak laki-laki berusia 11 hingga 12 tahun, meskipun beberapa organisasi merekomendasikan mulai dari usia 9 atau 10 tahun.

ideal untuk anak perempuan dan anak laki-laki untuk divaksinasi sebelum melakukan kontak seksual dan terkena HPV. Karena begitu Anda terinfeksi virus, vaksin itu tidak akan berfungsi secara efektif sama sekali.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mendapatkan vaksinasi pada usia muda tidak memungkinkan seseorang untuk menjadi aktif secara seksual lebih cepat. Selain itu, respons terhadap vaksin lebih baik pada anak muda daripada pada yang lebih tua.

Pada Oktober 2016, CDC memperbarui jadwal vaksinasi HPV dengan menyarankan bahwa semua remaja berusia 9 hingga 14 tahun menerima dua dosis vaksin HPV setidaknya setiap enam bulan. Remaja yang baru mulai divaksinasi antara usia 15 dan 26 tahun diundang untuk menerima tiga dosis vaksin.

3. Siapa yang tidak boleh menerima vaksin HPV?


Vaksin HPV ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau mereka yang sakit parah. Katakan kepada dokter Anda jika Anda memiliki alergi yang parah.

Jika Anda juga memiliki reaksi alergi yang mengancam nyawa terhadap isi atau komponen vaksin atau dosis vaksin sebelumnya, Anda tidak boleh diizinkan untuk menerima vaksin ini.

4. Apakah vaksin HPV memiliki efek samping?


Efek samping yang paling umum dari vaksin HPV termasuk rasa sakit, bengkak, dan kemerahan di tempat suntikan. Kadang-kadang pusing atau pingsan terjadi setelah vaksinasi.

Duduk selama 15 menit dapat mengurangi risiko pingsan setelah vaksinasi. Selain itu, sakit kepala, mual, muntah, merasa lelah, dan kelemahan juga bisa terjadi setelah vaksin ini.

5. Apakah wanita yang telah divaksinasi terhadap kanker serviks masih memerlukan tes Pap?


Vaksin HPV tidak dapat menggantikan Pap smear. Pemeriksaan rutin kanker serviks dengan tes Pap adalah bagian penting dari perawatan kesehatan wanita.

Pap smear adalah tes yang memeriksa kondisi sel di leher rahim dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, dokter dapat segera mendeteksi apakah perubahan sel dapat berubah menjadi kanker. Tes Pap harus dimulai pada usia 21.

6. Saya pernah berhubungan seks tetapi belum pernah memiliki vaksin HPV. Bagaimana cara mencegah kanker serviks?


Tanpa memandang usia Anda, apakah Anda pernah berhubungan seks atau tidak, Anda harus menerima vaksin HPV. Anda mungkin belum terinfeksi HPV selama hubungan seksual sebelumnya. Untuk alasan ini, vaksin HPV akan melindungi Anda untuk hubungan selanjutnya.

HPV dapat menular melalui kontak seksual, oral, vaginal atau anal. Untuk melindungi diri Anda dari HPV, gunakan kondom setiap kali Anda melakukan hubungan seks. Selain itu, jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko kanker serviks.

Untuk mendeteksi kanker serviks pada tahap awal, lakukan pemeriksaan dengan Pap smear yang dimulai pada usia 21 tahun.

Penutup


Demikian tadi pembahasan tentang 6 fakta tentang vaksin kanker serviks yang harus diketahui. Hubungi dokter Anda segera jika Anda melihat ada tanda atau gejala kanker serviks seperti pendarahan vagina jika Anda merasa sakit saat berhubungan seks. Semoga bermanfaat.

0 Response to "6 Fakta Tentang Vaksin Kanker Serviks Yang Harus Diketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel