Kanker Hati – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Kanker  Hati – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Kanker  Hati – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan - Kanker hati adalah kanker yang dimulai dari hati dan dapat menyebar ke organ lain di dalam tubuh. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel hati bermutasi dan membentuk tumor.

Hati adalah salah satu organ tubuh yang melakukan banyak fungsi penting. Di antaranya, membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya seperti alkohol dan obat-obatan, menghasilkan empedu yang membantu mencerna nutrisi untuk tubuh seperti lemak dan mengontrol pembekuan darah.

Kanker hati adalah salah satu dari lima jenis kanker yang menyebabkan kematian terbanyak. Menurut penelitian WHO pada tahun 2015, kanker hati bertanggung jawab atas lebih dari 700.000 kematian dari 9 juta yang disebabkan oleh kanker.

Jenis kanker hati


Kanker hati dibagi menjadi kanker hati primer dan kanker hati sekunder. Kanker primer hati adalah kanker yang berkembang atau berasal dari hati. Karsinoma hepatoseluler adalah jenis kanker primer hati. Umumnya, jenis kanker ini adalah karena komplikasi penyakit hati, seperti sirosis atau peradangan hati (hepatitis).

Selain karsinoma hepatoseluler, ada juga beberapa jenis kanker hati primer, termasuk hepatoblastoma dan angiosarcoma. Hepatoblastoma adalah kanker hati yang hanya menyerang anak-anak. Sedangkan angiosarcoma adalah kanker yang berkembang di sel-sel pembuluh darah hati. Jenis lain dari kanker hati primer yang langka adalah cholangiocarcinoma, kanker yang berkembang di saluran empedu.

Sedangkan kanker hati sekunder adalah kanker yang berkembang di organ lain, kemudian menyebar ke hati (metastasis). Kanker organ lain dapat menyebar ke hati, tetapi kanker yang paling umum adalah kanker perut, kanker usus besar, kanker paru-paru dan kanker payudara.

Stadium kanker hati


Seperti jenis kanker lainnya, kanker hati juga dibagi menjadi beberapa tahap. Pembagian ini menjelaskan ukuran dan tingkat penyebaran kanker. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat pengalaman, semakin besar pula penyebaran kanker pada seseorang.

  • Stadium 1. Ada tumor berukuran kurang dari 5 cm, atau ada 2-3 tumor yang lebih kecil dari 3 cm. Fungsi hati masih cukup normal atau sangat minim jika terganggu.
  • Stadium 2. Ada beberapa tumor besar di hati, tetapi mereka tidak mengganggu fungsi hati. Kondisi pasien secara umum selalu baik.
  • Stadium 3. Kanker telah menyebar ke pembuluh darah, kelenjar getah bening atau organ lain. Pada titik ini, kondisi pasien mulai memburuk, tetapi hati masih berfungsi.
  • Stadium 4. Kanker hati dikaitkan dengan memburuknya kondisi fisik pasien dan gangguan fungsional hati, terlepas dari ukuran tumor.


Gejala kanker hati


Secara umum, pasien dengan kanker hati tahap awal tidak mengalami gejala apa pun. Gejala baru akan terlihat jika kanker telah memasuki fase lanjut. Namun demikian, gejala berikut dapat dianggap sebagai gejala kanker hati:

  • Gatal pada kulit
  • Kehilangan selera makan
  • Perut kenyang meskipun hanya makan sedikit
  • Mual dan muntah
  • Weightloss (penurunan berat badan)
  • Tubuh mudah lelah dan lemah
  • Penumpukan cairan di perut (asites)
  • Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning (jaundice)
  • Air kencing berwarna gelap
  • Kotoran menyerupai kapur
  • Nyeri di perut bagian atas kanan
  • Tubuh mudah memar dan berdarah
  • Pembesaran pada limpa
  • Pembengkakan hati

Penyebab kanker hati


Kanker hati terjadi ketika sel-sel hati bermutasi atau berubah. Akibatnya, sel-sel akan tumbuh tak terkendali dan membentuk tumor. Namun, kita tidak tahu apa yang menyebabkan mutasi sel.

Faktor Risiko untuk Kanker Hati


Meskipun penyebabnya tidak diketahui, risiko kanker hati lebih tinggi pada orang dengan faktor-faktor berikut:

  • Infeksi hepatitis B kronis atau hepatitis C.
  • Sirosis atau jaringan parut pada hati.
  • Foie gras (perlemakan hati)
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Penyakit hati yang diturunkan, seperti hemochromatosis dan penyakit Wilson.
  • Kondisi tertentu, seperti diabetes, lupus atau obesitas.
  • Merokok.
  • Paparan terhadap aplactosin, toksin jamur yang mencemari tanaman yang akan digunakan sebagai makanan dan tidak disimpan dengan benar.
  • Sistem kekebalan tubuh melemah, misalnya karena infeksi HIV / AIDS atau hanya transplantasi organ.
  • Paparan bahan kimia seperti arsenik, vinil klorida, dan trikloroetilen.
  • Paparan radiasi sinar X atau computed tomography.
  • Menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedu (kolesistektomi).


Diagnosis kanker hati


Orang yang berisiko tinggi terkena  penyakit ini dapat skrining kanker hati. Skrining dilakukan setiap 6 hingga 12 bulan, dengan ultrasound perut dan tes darah untuk mengukur tingkat protein dalam darah, yang disebut alpha-fetoprotein (AFP). Langkah ini dapat mendeteksi kanker hati pada tahap awal dan meningkatkan kemungkinan penyembuhan.

Jika pasien diduga menderita kanker hati, dokter akan melakukan sejumlah tes untuk memastikan bahwa pasien memiliki kanker hati primer, bukan kanker hati sekunder. Tes juga dilakukan untuk memeriksa stadium kanker hati, serta untuk menentukan kondisi hati dan kesehatan umum pasien. Beberapa tes ini adalah:

  • Tes darah untuk memeriksa fungsi hati dan keadaan kesehatan pasien secara umum.
  • Tes pencitraan, seperti ultrasound, MRI dan computed tomography, untuk menentukan lokasi kanker dan penyebarannya.
  • Biopsi hati melibatkan pengambilan beberapa jaringan dari hati untuk pengujian laboratorium.
  • Laparoskopi, untuk memeriksa kondisi bagian dalam perut, menggunakan pipa video

Pengobatan kanker hati


Metode mengobati pasien dengan kanker hati tergantung pada usia, stadium kanker dan kondisi kesehatan pasien. Beberapa metode perawatan yang umum digunakan meliputi:

1. Operasi


Pembedahan dilakukan ketika kankernya kecil (tumor kurang dari 5 cm atau 2 hingga 3 tumor kurang dari 3 cm) dan belum menyebar ke organ lain. Metode bedah untuk kanker hati adalah hepatektomi parsial, yang melibatkan pengangkatan bagian hati yang bersifat kanker. Pilihan ini digunakan jika kondisi hati pasien masih baik.

Transplantasi hati adalah opsi bedah lain untuk pasien dengan kanker hati. Prosedur ini melibatkan mengeluarkan hati dari pasien dan menggantinya dengan jantung donor. Meskipun ini dapat mengurangi risiko kanker hati, pasien harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan donor.

 Selain memiliki organ hati yang tepat, donor hati tidak cukup. Dalam banyak kasus, pasien dapat menjalani ablasi atau chemoembolization sambil menunggu donor tersedia.

Seperti semua prosedur medis, operasi kanker hati juga membawa risiko. Ini termasuk infeksi, perdarahan, pembekuan darah dan komplikasi dari reaksi obat (anestesi).

2. Ablasi tumor


Ablasi bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker tanpa harus mengangkatnya. Metode ini digunakan dalam sel kanker kecil, atau diterapkan jika pasien tidak dapat menjalani operasi. Beberapa metode ablasi meliputi:

  • Radiofrequency ablation (RFA). Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan di perut dan memasukkan satu atau lebih jarum di lokasi tumor. Jarum kemudian dikeringkan dengan daya listrik rendah untuk memanaskan dan menghancurkan sel-sel kanker.
  • Cyroablation. Sama seperti RFA, cyroablation bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker, tetapi dengan membekukannya dengan nitrogen cair.
  • Ablasi dengan etanol (alkohol). Ablasi etanol dilakukan dengan menyuntikkan etanol langsung ke dalam tumor untuk membunuh sel kanker. Prosedur ini juga disebut percutaneous ethanol injection  (PEI).


3. Embolisasi


Embolisasi adalah prosedur injeksi obat yang dirancang untuk memblokir atau mengurangi aliran darah ke sel kanker di hati. Prosedur ini dilakukan jika ukuran tumor lebih besar dari 5 cm.

  • Chemoembolization. Kemoembolisasi atau chemoembolization trans-arterial (TACE) adalah terapi kombinasi kemoterapi dan embolisasi. Prosedur ini melibatkan menyuntikkan obat ke area kanker dan menghambat aliran darah ke sel-sel kanker hati. Kemoembolisasi dilakukan pada pasien yang tidak dapat dioperasi dan pada pasien yang menunggu donor hati. Selain itu, chemoembolization dapat dilakukan untuk mengurangi ukuran tumor sampai cukup kecil untuk diangkat dengan pembedahan. Prosedur ini tidak boleh dilakukan pada pasien dengan sirosis, insufisiensi hati atau ginjal, gangguan pembekuan darah atau obstruksi bilier.
  • Radioembolisasi. Radioembolisasi adalah jenis radioterapi internal yang dapat mengobati kanker yang tidak dapat diangkat melalui pembedahan. Prosedur ini juga dilakukan pada kanker usus besar yang menyebar ke hati.  Radioembolisasi melibatkan memasukkan manik-manik kecil yang disebut mikrosfer ke dalam pembuluh darah yang memasok darah dengan darah (arteri hati). Selain dapat mengendalikan suplai darah sel kanker agar tidak berkembang, microsphere juga melepaskan radiasi yang menghancurkan sel kanker.

4. Radioterapi


Terapi radiasi atau terapi radiasi menggunakan radiasi yang sangat kuat untuk membunuh sel kanker. Radioterapi eksternal adalah jenis radioterapi untuk kanker hati. Ini terdiri dari mengarahkan sinar radiasi ke tubuh pasien.

Selain digunakan untuk mengurangi sel kanker, radiasi sinar eksternal juga dapat meredakan gejala, seperti rasa sakit. Namun, terapi ini tidak boleh dilakukan terlalu sering, terutama jika radiasi yang disampaikan cukup tinggi. Ini dapat merusak jaringan hati yang sehat.

Metode lain radioterapi adalah radiosurgery stereotactic, yang memfokuskan sinar radiasi pada sel-sel tumor. Sinar radiasi akan dipicu berulang kali, dalam satu hari atau lebih.

5. Terapi tertarget


Perawatan target adalah pemberian obat tablet, yang biasa digunakan pada kanker hati lanjut. Terapi ini digunakan jika terapi lain tidak efektif. Obat-obatan yang biasanya digunakan dalam terapi yang ditargetkan adalah sorafenib dan regorafenib.

Kedua obat ini bekerja dengan mencegah pembentukan pembuluh darah baru dan dengan menghambat sejumlah protein yang perlu dikembangkan sel kanker

Pencegahan kanker hati


Kanker hati dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko yang dapat memicu penyakit ini. Salah satunya adalah pencegahan sirosis, pemeliharaan berat badan ideal, pengurangan konsumsi alkohol dan penggunaan alat pelindung diri terhadap bahan kimia.

Tindakan pencegahan lain adalah untuk mendapatkan vaksin melawan hepatitis B dan mencegah faktor risiko untuk hepatitis C. Misalnya, dengan membentuk hubungan seks yang aman dan menghindari obat-obatan, terutama dengan suntikan.

Penutup 


Demikian tadi pembahasan mengenai Kanker  Hati – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan.
Hati adalah salah satu organ tubuh yang banyak sekali fungsinya, sehingga harus di jaga sebaik mungkin dari gangguan penyakit seperti kanker hati. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Kanker Hati – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel